
Soldering (proses menyolder) didefinisikan dengan “menggabungkan
beberapa logam (metal) secara difusi yang salah satunya mempunyai titik
cair yang relatif berbeda”. Dengan kata lain, kita bisa menggabungkan
dua atau lebih benda kerja (metal) dimana salah satunya mempunyai titik
cair relatif lebih rendah, sehingga metal yang memiliki titik cair
paling rendah akan lebih dulu mencair. Ketika
proses penyolderan (pemanasan) di hentikan, maka logam yang mencair
tesebut akan kembali membeku dan menggabungkan secara bersama-sama metal
yang lain. Proses menyolder biasanya diaplikasikan pada peralatan
elektronik untuk menempelkan/menggabungkan komponen elektronika pada
papan circuit (PCB).
Untuk melakukan penyolderan tentu saja diperlukan kemampuan atau
keahlian (skill). Ada beberapa langkah yang harus kita ketahui sebelum
kita menyolder, diantaranya :
Peralatan
Peralatan yang dibutuhkan pada waktu menyolder, diantaranya :
- Timah solder/Tinol (metal yang mempunyai titik cair cukup rendah sehingga mudah mencair);
- Multitester/Multimeter (digunakan untuk memeriksa komponen sebelum disolder);
- Penjepit/tang (digunakan untuk menjepit kaki komponen elektronika
yang akan di solder, sehingga komponen tersebut mudah dipasang dan tidak
terlalu panas karena sebagian panas akan disalurkan pada penjepit);
- Penghisap solder (digunakan untuk membersihkan tinol baik yang ada
pada PCB maupun komponen, juga digunakan untuk mempermudah waktu
mencabut komponen dari PCB);
- Dudukan solder (digunakan untuk menyimpan solder yang panas ketika sedang tidak digunakan).
Persiapan
- Dipasaran terdapat solder yang mempunyai rentang daya antara 15 watt
s/d 40 watt. Semakin besar tegangannya, solder tersebut akan semakin
panas. Dalam pemilihan solder yang harus kita perhatikan adalah benda
kerja yang akan di solder. Untuk menyolder komponen elektronika
dianjurkan menggunakan solder yang berkekuatan 30 watt, supaya tidak
terlalu panas yang menyebabkan komponen yang disolder menjadi rusak.
- Periksa PCB dan komponen elektronika yang akan di solder. Pastikan
bahwa komponen-komponen tersebut bisa berfungsi sesuai dengan yang
diharapkan.
Proses Penyolderan
- Bersihkan PCB dari kotoran atau minyak dengan menggunakan kain wol
dan thinner atau menggunakan alat pembersih yang lain. Hindarkan alat
pembersih yang bisa menyebabkan korosi pada PCB maupun jalur-jalur yang
ada pada PCB
- Bersihkan komponen-komponen elektronika yang akan di solder,
terutama bagian yang akan di solder (kaki-kakinya) dengan menggunakan
kain atau ampelas.
- Panaskan solder sampai solder tersebut mampu mencairkan tinol
- Pasang komponen yang akan di solder pada PCB kemudian lakukan
penyolderan. Jangan memasang komponen sekaligus tetapi bertahap satu
persatu (pasang satu komponen, terus lakukan penyolderan kemudian
dipotong kaki-kakinya, setelah selesai baru pasang lagi komponen yang
lainnya). Dahulukan menyolder komponen yang paling tahan terhadap
panas.. Untuk komponen seperti IC, usahakan jangan menyolder secara
langsung ke PCB karena panas akibat penyolderan bisa merusaknya, tetapi
gunakan socket/dudukan untuk memasangnya. Socket digunakan untuk menjaga
supaya IC tidak terkena panas pada waktu menyolder, selain itu juga
untuk mempermudah penggantian bila IC-nya rusak karena IC termasuk
komponen yang paling sering mengalami kerusakan.
Cara pemasangan komponen pada PCB, yaitu dengan cara menacapkan
kaki-kaki komponen tersebut pada lobang yang sudah disediakan pada PCB.
Setelah di tancapkan, bengkokkan kakinya
+ 45
o supaya komponen tersebut tidak terlepas dan untuk mempermudah pada waktu menyoldernya.
Solderan yang baik adalah solderan yang berbentuk gunung dengan ketinggian
+ 0,75 mm
Pemeriksaan
Setelah semua komponen di solder, proses terakhir adalah memeriksa
jangan sampai ada solderan yang kurang baik atau komponen yang rusak
akibat panas dari solder. Juga memerika jalur-jalur yang ada pada PCB
jangan sampai ada yang rusak atau saling berhubungan akibat lelehan
tinol yang akan mengakibatkan hubungan pendek
Pelapisan
Proses terakhir setelah semua proses di atas selesai adalah memberi
lapisan terutama pada bagian bawah PCB yang ada soldernya dengan bahan
yang bersifat isolator, misalnya cat/vernish. Hal ini dilakukan supaya
rangkaian tadi terhindar dari korosi akibat oksidasi.
Deskripsi
Menyolder
merupakan pekerjaan yang membutuhkan kesabaran cukup tinggi selain
keterampilan tangan dalam menggerakan solder. Dan solder adalah
perangkat wajib yang harus dimiliki dalam tahap penyolderan, namun harus
diperhatikan bahwa salah satu penentu kualitas penyolderan adalah
kualitas soldernya itu sendiri. Papan rangkaian tercetak atau PCB
merupakan lapisan yang sangat peka terhadap panas, jika solder memiliki
tingkat panas yang berlebihan maka lapisan tembaga yang menempel pada
PCB akan mudah untuk terkelupas, selain itu beberapa komponen
elektronika memiliki tingkat panas tertentu sehingga ketika komponen
elektronika tersebut menerima panas yang melebihi kemampuannya maka
komponen akan rusak sebelum digunakan. Sebaliknya jika solder memiliki
tingkat panas yang rendah maka timah tidak mampu merekat kuat pada PCB.
Jika dilihat sepintas sepertinya komponen elektronika tersolder dengan
baik pada PCB namun sebenarnya timah tidak mampu merekat kuat pada PCB
hingga kualitas rangkaian elektronika juga jelek. Hindari menggunakan
solder pistol karena panas pada ujung soldernya tidak mampu di kontrol
dengan baik, kecuali anda sudah profesional dalam mengatur lamanya waktu
solder menempel pada PCB, memahami kualitas komponen dan mengetahui
kualitas timah yang digunakan.
Mengenal Solder dan Peralatan
Solder
biasanya digolongkan menurut dayanya (watt). Padahal penggolongan
seperti ini memiliki tingkat akurasi rendah karena penggolongan sesuai
dengan wattnya itu biasanya tidak menjelaskan effisiensi-nya, besarnya
daya yang disalurkan hingga keujung solder. Harus diperhatikan pula
kapasitas panas dari solder serta waktu naik ke suhu yang stabil. Suhu
maksimum solder yaitu suhu dalam keadaan seimbang, suhu yang dicapai
bila panas yang dibangkitkan solder telah seimbang dengan panas yang
hilang diserap oleh sekelilingnya. Solder yang baik akan menghasilkan
suhu maksimum yang sama untuk suatu model yang sama bila disambungkan ke
tegangan sumber yang sama.
Sumber daya dari solder berasal dari
elemen pemanas yang resistip, maka suhu yang dihasilkan solder dapat
diubah dengan pengaturan tegangan sumber pemanasnya. Untuk menghasilkan
kualitas penyolderan yang baik lebih baik kita memilih jenis solder yang
tingkat panas suhunya dapat diatur baik secara otomatis maupun secara
manual yang mampu disesuaikan dengan kebutuhan.
Suhu solder
ditentukan selain oleh wattnya juga ditentukan oleh besar, bentuk ujung
dan bahan besi yang digunakan. Pemilihan bentuk ujung solder juga
mempengaruhi kualitas penyolderan maka sesuaikan bentuk ujung solder
yang cocok dengan kebutuhan. Tabel dibawah ini menunjukan penggolongan
umum solder sesuai dengan tugas dan wattnya. Perhatikan bahwa pemilihan
solder untuk tugas tertentu harus dimulai dari solder dengan watt
rendah, jika tidak memadai maka secara bertahap barulah memilih solder
dengan daya yang lebih besar.



Keselamatan Kerja
- Gunakan kacamata polycarbonate atau yang sejenis untuk melindungi mata dari asap solder
- Jangan pernah menyentuh elemen pemanas atau ujung dari solder
- Selalu kembalikan solder pada stand soder setelah digunakan atau ketika tidak digunakan
- Lakukan penyolderan pada area yang cukup ventilasi
- Cuci tangan ketika selesai mengerjakan penyolderan
Langkah langkah menyolder yang baik yaitu
1. Memanaskan
Tempelkan ujung solder iron antara kaki komponen dan tembaga pd pcb (pattern).
2. Tempelkan ujung kawat timah kekaki komponen sampai mencair secukupnya.
3. Tarik/lepaskan kawat timah

4. Setelah timah menyebar , tarik solder iron.
5. Dinginkan hasil solder, selesai.
Hasil penyolderan yang baik spt tampak berikut ini
Hasil penyolderan seperti gunung,seimbang disetiap sisinya.
Berikut ini animasi tahapan penyolderan secara berulang-ulang.
Hasil penyolderan yang baik antara lain sbb
1. Timah tidak berlebih ditandai dg timah hasil solder terlihat menggelembung (over solder)
2. Timah tdk kekurangan (poor solder)
3, Hasil solder tdk kotor.
4. Semua tembaga sekelililng kaki komponen tertutup timah.
5. Timah terlihat mengkilat karna saat dipanaskan timah cukup ” matang”.